SEPUTARBANK KENDARI — PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) mewujudkan komitmennya dalam memperluas
akses keuangan bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara, agar semakin solid
Hal itu dilakukan dengan meluncurkan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) bagi siswa setempat.
Tak tanggung-tanggung, PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) memfasilitasi pembukaan 10.282 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi ribuan siswa madrasah di seluruh Kota Kendari.
Program KEJAR ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Kendari sebagai wujud sinergi lintas instansi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak dini. Agenda ini melibatkan kolaborasi erat antara Pemkot Kendari, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Kementerian Agama Kota Kendari, serta BPR Bahteramas Kendari.
Secara rinci, penyerahan 10.282 rekening SimPel yang dikelola BPR Bahteramas Kendari terdistribusi ke dalam tiga tingkatan pendidikan madrasah, yakni:
2.298 rekening untuk siswa di 13 Madrasah Ibtidaiyah (MI),
4.094 rekening untuk siswa di 22 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan
3.890 rekening untuk siswa di 24 Madrasah Aliyah (MA).
Penetrasi ini diharapkan dapat mempermudah peserta didik menjangkau layanan perbankan resmi sekaligus menjadi media pembelajaran langsung dalam mengelola keuangan pribadi.
Direktur PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda), Suryaningsih, menegaskan bahwa pengenalan dunia perbankan kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang bijak secara finansial.
"Melalui rekening SimPel, kami ingin menghadirkan layanan perbankan yang mudah dijangkau pelajar sekaligus membangun kebiasaan positif dalam mengatur keuangan sejak dini," tutur Suryaningsih.
Ia menambahkan, BPR Bahteramas Kendari berkomitmen memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan satuan pendidikan agar cakupan program literasi ini menjangkau lebih banyak siswa di wilayahnya.
Keberhasilan program ini juga ditopang oleh skema bantuan stimulus saldo awal bagi para siswa MI, MTs, dan MA. Penyediaan saldo awal tersebut didukung oleh sinergi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) agar para pelajar dapat langsung menabung tanpa membebani finansial orang tua.
Langkah kolaboratif ini mendapat apresiasi positif dari para pemangku kepentingan industri keuangan. Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, bersama Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen, menilai sinergi yang terbangun dalam Program KEJAR merupakan manifestasi nyata percepatan inklusi keuangan daerah.
Keduanya berpandangan bahwa integrasi antara regulasi, lembaga keuangan, dan lembaga pendidikan menjadi kunci utama dalam membumikan budaya gemar menabung di kalangan generasi muda