Lewati ke konten utama
Bisnis 4 Menit Baca

SMM dan PLN Bahas Pengembangan Energi Surya serta Modernisasi Jaringan Listrik Indonesia

R

Redaksi

10 August 2026

SMM dan PLN Bahas Pengembangan Energi Surya serta Modernisasi Jaringan Listrik Indonesia

SEPUTARBANK – Shanghai Metals Market (SMM) menggelar workshop bersama PT PLN (Persero) untuk membahas pengembangan energi surya dan modernisasi jaringan listrik dalam mendukung percepatan transisi energi di Indonesia, Senin (10/8/2026).

Informasi mengenai kegiatan tersebut disampaikan Jean Tang, Commercial Director of Global Data & Intelligence SMM, melalui unggahan media sosialnya.

Jean mengatakan, workshop tersebut merupakan pertemuan tatap muka eksklusif yang mempertemukan tim market intelligence SMM dengan para ahli perencanaan strategis PLN.

"Workshop ini mempertemukan tim market intelligence SMM dengan para ahli perencanaan strategis PLN untuk membahas keterkaitan antara pasar listrik dan pengembangan proyek energi surya," ujar Jean.

Menurutnya, Indonesia tengah mempercepat agenda transisi energi. Dalam proses tersebut, PLN memiliki peran strategis dalam modernisasi jaringan listrik nasional sekaligus mengintegrasikan sumber energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan.

Sejumlah topik menjadi pembahasan dalam workshop tersebut, mulai dari dinamika pasokan dan permintaan pasar listrik, analisis biaya dan proyeksi harga, kebijakan dan regulasi, perkembangan teknologi, hingga aspek ESG dan rantai pasok material.

Dalam pembahasan mengenai pasar listrik, para peserta menyoroti dinamika bauran pembangkitan, pertumbuhan beban listrik serta ketidakseimbangan pasokan dan permintaan antarwilayah.

Sementara dari sisi ekonomi proyek, pembahasan mencakup Levelized Cost of Energy (LCOE), tren tarif, serta prospek harga listrik dalam jangka panjang.

Aspek kebijakan dan regulasi juga menjadi perhatian, termasuk target pemerintah, skema insentif dan jalur perizinan yang berkaitan dengan pengembangan energi terbarukan.

Di bidang teknologi, workshop membahas peningkatan efisiensi panel fotovoltaik (PV), integrasi sistem penyimpanan energi, serta kompatibilitas teknologi energi surya dengan jaringan listrik.

Selain itu, aspek ESG dan rantai pasok turut dibahas, terutama terkait jejak karbon, keterlacakan material, serta pengadaan berkelanjutan untuk material-material penting.

Modernisasi Jaringan Jadi Kunci

Jean menjelaskan, modernisasi jaringan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kapasitas energi terbarukan di Indonesia.

Peta jalan modernisasi jaringan listrik PLN yang tercantum dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 mencakup rencana pengembangan jaringan transmisi sepanjang sekitar 48.000 kilometer.

Menurut SMM, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan turut menciptakan kebutuhan besar terhadap infrastruktur kelistrikan, termasuk kabel listrik bawah laut dan oxygen-free copper rod (OFC) dengan tingkat keuletan tinggi.

Material tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan sekaligus menunjukkan keterkaitan antara agenda transisi energi dengan kebutuhan komoditas dan material.

"Given Indonesia's archipelagic geography, this drives substantial demand for submarine power cables and highly ductile oxygen-free copper rod," tulis Jean dalam unggahannya.

Potensi Permintaan Tembaga dari Energi Surya

Selain modernisasi jaringan, perkembangan proyek energi bersih juga dinilai akan memberikan dampak terhadap kebutuhan material, khususnya tembaga.

Jean menyebut Danantara, lembaga pengelola investasi Indonesia, telah memperkenalkan rencana energi bersih berkapasitas 50 GW, dengan porsi signifikan berasal dari energi surya.

Menurut perhitungan yang disampaikan SMM, pengembangan energi surya sebesar 50 GW berpotensi menciptakan kebutuhan sekitar 200 ribu ton tembaga.

Kebutuhan tersebut antara lain berasal dari penggunaan tembaga pada PV interconnect ribbons, lilitan inverter, serta aplikasi transformator.

Perkembangan ini menunjukkan adanya hubungan yang semakin erat antara kebijakan energi, pembangunan infrastruktur kelistrikan, pengembangan energi terbarukan, dan pasar komoditas.

"Hal ini menunjukkan secara nyata bagaimana kebijakan energi memiliki keterkaitan langsung dengan pasar komoditas dan kebutuhan material," ujar Jean.

SMM Siapkan ASEAN Solar Storage Summit

Sebagai kelanjutan dari diskusi mengenai energi surya dan penyimpanan energi, SMM akan menyelenggarakan ASEAN Solar Storage Summit pada 11–12 November 2026 di Jakarta, Indonesia.

Kegiatan tersebut akan mempertemukan pembuat kebijakan, perusahaan utilitas, pengembang proyek, penyedia teknologi, serta pelaku dan ahli di sektor logam dan material.

Forum tersebut akan membahas peta jalan pengembangan energi surya dan penyimpanan energi di kawasan ASEAN, termasuk pembiayaan proyek, integrasi dengan jaringan listrik, serta rantai pasok mineral kritis dan material penting.

Melalui forum tersebut, SMM menilai kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting untuk memastikan pengembangan energi surya dan sistem penyimpanan energi dapat berjalan seiring dengan kesiapan jaringan listrik serta ketersediaan material pendukung.

R

Redaksi