Lewati ke konten utama
NASIONAL 3 Menit Baca

Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla Dimaksimalkan, OMC dan Water Bombing Disiapkan

R

Redaksi

10 August 2026

Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla Dimaksimalkan, OMC dan Water Bombing Disiapkan

SEPUTARBANK, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemerintah untuk memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah pun memperkuat koordinasi lintas instansi serta menyiapkan berbagai langkah, mulai dari pemantauan titik api hingga pengerahan pesawat dan helikopter untuk pemadaman.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan arahan Presiden tersebut langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga instansi teknis.

Hal itu disampaikan Prasetyo dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurut Prasetyo, kondisi cuaca yang sangat kering membuat risiko karhutla di sejumlah daerah masih tinggi. Pemerintah saat ini memberikan perhatian khusus terhadap wilayah dengan jumlah titik api yang cukup signifikan.

"Dalam rangka atau dari masa El Nino ini, masih banyak terjadi karhutla di sebagian wilayah Indonesia," kata Prasetyo.

Ia menyebut Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah sebagai wilayah dengan jumlah titik api yang cukup banyak. Sementara itu, kebakaran yang cukup besar juga terjadi di Jawa Timur, khususnya di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Bromo Jadi Perhatian Pemerintah

Pemerintah pusat, lanjut Prasetyo, terus melakukan koordinasi untuk mempercepat penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pangdam, Kapolda, Menteri Kehutanan, serta jajaran pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Langkah tersebut dilakukan agar api dapat segera dikendalikan sekaligus mencegah meluasnya area yang terdampak.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur, kemudian dengan Pangdam, dengan Kapolda, kemudian dengan Menhut, beserta seluruh jajaran dan Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," ujar Prasetyo.

Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Selain mengandalkan pemadaman dari darat, pemerintah juga mulai menyiapkan pendekatan berbasis teknologi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Prasetyo mengatakan pemerintah telah menggelar rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin pagi untuk membahas kemungkinan pelaksanaan OMC.

Namun, pelaksanaan operasi tersebut tidak dapat diterapkan secara otomatis di seluruh wilayah. Faktor teknis dan kondisi atmosfer menjadi pertimbangan utama dalam menentukan lokasi yang memungkinkan untuk dilakukan modifikasi cuaca.

Karena itu, pemerintah terus memantau kondisi di lapangan sembari menyiapkan berbagai peralatan pendukung.

Selain OMC, sarana yang disiapkan mencakup water bombing, helikopter, dan pesawat yang dapat dikerahkan sesuai kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah.

"Semua dimonitor kemudian peralatan-peralatan termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah Bapak Presiden tadi malam, hari ini semua kami koordinasikan," kata Prasetyo.

Masyarakat Diminta Waspada

Di tengah intensifikasi penanganan karhutla, pemerintah juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca yang kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar sehingga percikan api kecil sekalipun berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.

Prasetyo mengimbau masyarakat menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di wilayah yang kondisi lingkungannya sangat kering.

"Ini kondisi cuaca yang sangat kering sehingga rentan terjadinya percikan-percikan api," ujarnya.

Pemerintah berharap kewaspadaan masyarakat dapat membantu menekan munculnya titik api baru sekaligus mendukung upaya pemadaman yang saat ini terus dilakukan di sejumlah daerah. (Rilis Istana)

R

Redaksi