Lewati ke konten utama
Bank 2 Menit Baca

Pembayaran Digital Cepat dan Real Time, Transaksi BI-Fast Tumbuh Pesat

H

Henigun

15 August 2026

Pembayaran Digital Cepat dan Real Time, Transaksi BI-Fast Tumbuh Pesat
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

SEPUTARBANK JAKARTA - Kebutuhan terhadap layanan pembayaran digital yang cepat dan real time, semakin tinggi di masyarakat. Seiring dengan itu, transaksi melalui BI-Fast terus tumbuh pesat.

Fakta ini menunjukkan bahwa adopsi layanan pembayaran digital ini di Indonesia terus mengalami pergerakan yang kian masif.

Pada semester I tahun 2026, Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi BI-Fast menembus 2,9 miliar transaksi, atau melonjak 32,42% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Dari sisi nilai, transaksi yang diproses melalui infrastruktur ini naik 31,95% yoy dengan total mencapai Rp7.296 triliun.

Tren pertumbuhan yang solid ini tercermin jelas pada kinerja dua bank besar nasional, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, yang mencatatkan akselerasi volume sekaligus kontribusi positif terhadap pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

Pada BCA, sepanjang semester I-2026, BCA memproses 1,26 miliar transaksi BI-Fast dengan nilai nominal mencapai Rp3.536 triliun.

EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, mengonfirmasi bahwa tingginya frekuensi transaksi ini memberikan kontribusi positif pada pendapatan fee dan komisi perseroan—yang secara total tumbuh 11,2% yoy menjadi Rp11 triliun pada periode tersebut.

BCA menilai penguatan fitur lanjutan BI-Fast seperti bulk credit (transfer kolektif) dan direct debit (penagihan otomatis) turut mendorong minat nasabah. Ke depan, BCA terus memfokuskan investasi pada penyempurnaan serta modernisasi infrastruktur TI demi menjaga keandalan dan keamanan transaksi.

Sedangkan Bank Mandiri, hingga Juli 2026, membukukan kenaikan volume transaksi BI-Fast sekitar 27% yoy, sementara nilai transaksinya tumbuh 29% yoy.

SVP Digital Retail Bank Mandiri, Yanto Masyap, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan tingginya adopsi nasabah atas transaksi yang cepat, aman, dan efisien.

Sesuai ketentuan BI, tarif maksimal Rp2.500 per transaksi yang dikenakan kepada nasabah—setelah dikurangi biaya switching dan settlement—menjadi salah satu penopang penerimaan fee-based income bank. Guna memacu pertumbuhan berlanjut, Bank Mandiri akan terus memperluas integrasi kanal retail maupun wholesale, mengoptimalkan fitur lanjutan BI-Fast, serta meningkatkan user experience nasabah.

H

Henigun