Lewati ke konten utama
NASIONAL 3 Menit Baca

Menkeu Purbaya Pastikan Dana Bencana Rp5 Triliun Siap Digunakan, Bisa Ditambah

R

Redaksi

17 August 2026

Menkeu Purbaya Pastikan Dana Bencana Rp5 Triliun Siap Digunakan, Bisa Ditambah
Foto : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (17/08/2026).

SEPUTARBANK, JAKARTA – Pemerintah memastikan dukungan pendanaan untuk penanggulangan bencana di seluruh Indonesia tetap tersedia dan dapat digunakan dengan cepat ketika terjadi kondisi darurat. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran kebencanaan yang bersifat siap pakai atau on call. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di Jakarta, Senin (17/8/2026), di sela peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Purbaya, pemerintah saat ini menyediakan sekitar Rp5 triliun sebagai dana siaga untuk kebutuhan penanggulangan bencana. Besaran tersebut dapat ditambah apabila kebutuhan di lapangan melebihi alokasi awal.

“Dana bencana itu selalu siaga di angka Rp5 triliun. Tapi kalau kurang, kita tambah lagi, tergantung kebutuhan yang diajukan BNPB,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, pencairan tambahan anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan nyata di daerah serta permintaan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah juga telah menyiapkan mekanisme khusus agar kebutuhan pendanaan untuk kondisi darurat dapat diproses secara cepat.

“Begitu ada permintaan resmi masuk, kami langsung tindak lanjuti dengan cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, SOP kita memang dirancang responsif, selama permintaannya jelas,” jelasnya.

Selain dana yang disiapkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan, BNPB juga memiliki dana siap pakai untuk mendukung penanganan bencana secara langsung di lapangan.

Purbaya menyebut dana cadangan yang berada di BNPB mencapai sekitar Rp500 miliar. Apabila dana tersebut tidak mencukupi, pemerintah akan kembali memberikan tambahan sesuai kebutuhan.

“Di BNPB juga sudah tersedia dana yang siap digunakan, sekitar Rp500 miliar dalam posisi siaga. Kalau kurang, kami tambahkan kembali,” kata Purbaya.

Kesiapan anggaran tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga respons cepat terhadap berbagai kemungkinan bencana alam yang dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah memastikan persoalan pembiayaan tidak menjadi kendala dalam proses penanganan keadaan darurat.

Di sisi lain, Purbaya berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi Indonesia untuk memasuki fase pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan dapat mencapai 6 persen, bahkan lebih tinggi apabila kondisi memungkinkan.

“Hari ini kita harapkan menjadi awal dari kebangkitan Indonesia yang lebih baik ke depan. Tahun depan kita harapkan pertumbuhan ekonomi 6 persen, mudah-mudahan bisa lebih dari itu,” ujar Purbaya.

Menurutnya, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk bencana alam. Dengan dukungan anggaran yang fleksibel dan mekanisme responsif, pemerintah berupaya menjaga agar penanganan bencana dapat berlangsung cepat sekaligus mempertahankan ketahanan fiskal nasional.

R

Redaksi