Lewati ke konten utama
Bank 2 Menit Baca

Kolaborasi BTN dan PPATK, Bedah 20 RTLH di 4 Wilayah

H

Henigun

14 August 2026

Kolaborasi BTN dan PPATK, Bedah 20 RTLH di 4 Wilayah
BTN dan PPATK pada Program Perbaikan 20 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat prasejahtera.(Foto: Istimewa)

SEPUTARBANK JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membantu pemenuhan kebutuhan hunian yang layak dan sehat bagi masyarakat, khususnya yang belum terjangkau fasilitas pembiayaan formal.

Kedua lembaga itu bersinergi melakukan bedah rumah melalui program perbaikan 20 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat prasejahtera. Program renovasi tersebut menyasar 4 daerah, yakni wilayah Kabupaten Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo, masing-masing lima unit RTLH.

Penyaluran ini melanjutkan program kolaborasi BTN dan PPATK yang telah dimulai sejak 2025 dengan total 35 unit rumah penerima manfaat selama dua tahun berjalan.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa kegiatan bedah rumah menjadi intervensi langsung untuk membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki kemampuan finansial untuk mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun merenovasi tempat tinggal secara mandiri.

"BTN tumbuh dari industri perumahan dan kami menyadari belum semua segmen masyarakat dapat menjangkau KPR, khususnya masyarakat pada desil 1 hingga 4 yang memiliki keterbatasan kemampuan angsuran. Salah satu solusi nyata yang dapat kita lakukan adalah melalui program bedah rumah," ungkap Nixon di Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (13/8/2026).

Penanganan masalah RTLH, lanjut dia, membutuhkan kolaborasi lintas korporasi dan lembaga agar pengetasan kemiskinan ekstrem dapat berjalan lebih cepat tanpa hanya bergantung pada anggaran pemerintah.

Dukungan PPATK dan Apresiasi Pemerintah Daerah

Pada kesempatan yang sama, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyampaikan bahwa aksi sosial ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum 24 tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU/PPT) Indonesia. Program ini menjadi wujud kontribusi nyata seluruh stakeholder keuangan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Bersama seluruh pemangku kepentingan, kali ini bersama BTN, kami hadir membantu pemenuhan kebutuhan dasar berupa papan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ke depan, kegiatan kolaboratif seperti ini akan terus kita gulirkan," ujar Ivan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, memberikan apresiasi atas kepedulian BTN dan PPATK terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. Mengingat tingkat kemiskinan di Kabupaten Lebak masih berada di angka 8,03% dengan sekitar 5.000 jiwa masuk kategori kemiskinan ekstrem, dukungan perbaikan sarana hunian ini dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat peningkatan kualitas hidup warga.

"Kami sangat berterima kasih kepada PPATK yang telah memberikan perhatian kepada daerah kami dan juga kepada BTN. Kabupaten Lebak masih menghadapi persoalan kemiskinan. Karena itu, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus hadir di Kabupaten Lebak," tutup Amir.

H

Henigun