Lewati ke konten utama
Nusantara 2 Menit Baca

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia Ikut Dorong Penguatan Tata Kelola Data di Aceh

R

Redaksi

12 August 2026

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia Ikut Dorong Penguatan Tata Kelola Data di Aceh

SEPUTARBANK, ACEH — Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) turut ambil bagian dalam Forum Satu Data Aceh 2026 yang mengangkat tema “Sinergi Tata Kelola Data untuk Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah yang Akurat, Tepat Sasaran dan Berkelanjutan.”

Forum tersebut digagas dalam kegiatan Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (Skala) bersama Pemerintah Aceh dan berlangsung pada Selasa (11/8/2026). DFAT Australia diwakili oleh Astrid Kartika, Pimpinan Tim Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

Dalam sambutannya, Astrid mengungkapkan bahwa Aceh memiliki tempat yang istimewa dalam perjalanan kariernya di bidang pembangunan internasional. Ia mengawali perjalanan tersebut bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setelah memutuskan berhenti menjalani praktik sebagai dokter dan meninggalkan Yogyakarta pada 2005.

“Aceh akan selalu memiliki tempat yang istimewa di hati saya,” ujar Astrid dalam sambutannya.

Ia mengatakan, dirinya juga mendapat kesempatan untuk mengelola kemitraan pembangunan Australia–Indonesia yang menjadikan Aceh sebagai salah satu wilayah prioritas kerja sama.

Menurut Astrid, Aceh selama ini menjadi salah satu daerah yang kerap menjadi ruang bagi pengembangan inovasi serta pendekatan-pendekatan baru dalam pembangunan.

“Aceh adalah tempat di mana inovasi dan pendekatan-pendekatan baru sering kali diuji dan dikembangkan. Aceh juga menjadi tempat untuk memfasilitasi pembelajaran dari berbagai daerah lain,” katanya.

Astrid menilai pelaksanaan Forum Satu Data Aceh menjadi salah satu contoh penting dari inovasi tersebut. Forum ini memperkuat keterhubungan sistem satu data di tingkat kabupaten/kota dengan sistem data di tingkat provinsi.

“Forum Satu Data yang menghubungkan sistem satu data kabupaten/kota dengan provinsi, yang saya hadiri hari ini, merupakan salah satu inisiatif yang pertama kali diuji di Aceh,” ungkapnya.

Astrid menambahkan, karakteristik Aceh yang unik dan dinamis memberikan banyak pelajaran dalam pembangunan, khususnya terkait ketangguhan masyarakat dan kemampuan daerah untuk bangkit menghadapi berbagai tantangan.

“Aceh adalah wilayah yang unik dan sangat dinamis. Aceh adalah tempat di mana kita belajar tentang ketangguhan dan kemampuan untuk bangkit menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya.

Forum Satu Data Aceh 2026 diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam membangun tata kelola data yang lebih terintegrasi. Penguatan tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan dan perencanaan pembangunan disusun berdasarkan data yang akurat, tepat sasaran, serta mampu mendukung pembangunan Aceh secara berkelanjutan

R

Redaksi