SEPUTARBANK, YOGYAKARTA — PT BPRS Harta Insan Karimah Mitra Cahaya Indonesia (BPRS HIK MCI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama dalam menghadapi dinamika industri perbankan syariah sekaligus membangun keberlanjutan perusahaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training & Development yang mengangkat tema “Meningkatkan Soliditas & Kekompakan, Membangun Harapan, Meraih Masa Depan.” Kegiatan yang berlangsung di Griya Persada Convention and Resort, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta, ini diikuti oleh seluruh pengurus dan karyawan BPRS HIK MCI. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengembangan human capital perusahaan untuk memperkuat soliditas, kekompakan, motivasi kerja, serta menyelaraskan visi seluruh insan perusahaan.
Lebih dari sekadar kegiatan pengembangan kapasitas, forum tersebut menjadi ruang bersama untuk membangun kesamaan persepsi, memperkuat komitmen, meningkatkan motivasi dan profesionalisme, sekaligus memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas unit kerja.
Hal ini sejalan dengan tujuan kegiatan untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan perusahaan, memperkuat integritas dan tata kelola, serta memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah.
Dalam arahannya, Komisaris Utama BPRS HIK MCI, Dede Haris Sumarno, menekankan bahwa menghadapi situasi ekonomi yang penuh tantangan, penguatan perusahaan tidak dapat hanya bertumpu pada pengembangan produk dan layanan.
Menurutnya, kemampuan organisasi untuk bertahan dan berkembang juga sangat ditentukan oleh seberapa kuat soliditas, kekompakan dan komitmen seluruh insan perusahaan dalam menghadapi perubahan.
“Kita perlu membangun semangat 1 Team, 1 Goal. Tidak boleh ada sekat yang membuat kita berjalan sendiri-sendiri. Setiap bagian memiliki peran yang berbeda, tetapi tujuan kita tetap satu,” ujar Dede.
Pesan mengenai pentingnya soliditas tersebut menjadi semakin relevan dalam menghadapi proses perubahan dan penguatan organisasi. Konsolidasi dan perubahan organisasi tidak hanya membutuhkan penyesuaian pada aspek struktur, sistem dan proses bisnis, tetapi juga membutuhkan kesamaan cara pandang dan budaya kerja.
Karena itu, BPRS HIK MCI memandang bahwa membangun organisasi yang kuat harus dimulai dari kemampuan seluruh insan perusahaan untuk meninggalkan sekat-sekat sektoral dan membangun identitas sebagai satu tim dengan satu tujuan.
Mengubah Tantangan Menjadi Momentum untuk Berbenah
Sementara itu, Komisaris sekaligus Pemegang Saham BPRS HIK MCI, Prof. Edy Suandi Hamid, menyampaikan bahwa kondisi industri dan lingkungan usaha yang penuh ketidakpastian menuntut organisasi untuk memiliki kemampuan adaptasi sekaligus keberanian dalam mencari solusi.
Di tengah kondisi yang tidak selalu kondusif, tantangan kinerja, dinamika kebijakan, serta berbagai persoalan yang dihadapi industri BPRS, diperlukan forum yang mampu mempertemukan berbagai perspektif untuk saling mengembangkan, menguatkan dan menemukan solusi yang optimal.
Menurut Prof. Edy, situasi yang sulit tidak seharusnya hanya dilihat sebagai hambatan, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun cara berpikir yang lebih visioner dan menghadirkan langkah-langkah yang lebih strategis.
“Dalam kondisi yang serba sulit, kita membutuhkan solusi yang visioner dan optimistis, dengan tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah. Kita harus mampu melihat tantangan sebagai bagian dari proses untuk melakukan perbaikan dan menemukan solusi yang terbaik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak cukup hanya ditopang oleh kompetensi teknis. Kompetensi harus berjalan bersama disiplin dan karakter yang kuat, sehingga kemampuan yang dimiliki sumber daya manusia benar-benar memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kompetensi saja tidak cukup. Kita membutuhkan disiplin dan karakter SDM yang baik, sehingga kompetensi tersebut dapat memberikan kemaslahatan bagi seluruh stakeholder,” tegas Prof. Edy.
Penguatan sumber daya manusia juga diarahkan untuk membangun keseimbangan antara kompetensi, profesionalisme, integritas dan karakter.
Bagi BPRS HIK MCI, peningkatan kompetensi tidak dapat dipisahkan dari penguatan nilai-nilai integritas, tata kelola yang baik dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Hal tersebut secara eksplisit menjadi bagian dari tujuan kegiatan Training & Development.
Dengan demikian, profesionalisme tidak semata-mata dimaknai sebagai kemampuan mencapai target, tetapi juga bagaimana target tersebut dicapai melalui proses yang benar, bertanggung jawab, berintegritas dan sesuai dengan prinsip syariah.
Melalui kegiatan Training & Development ini, BPRS HIK MCI ingin menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi bukan alasan untuk kehilangan optimisme. Sebaliknya, situasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat fondasi organisasi, meningkatkan kapasitas SDM, memperbaiki cara kerja dan membangun sinergi yang lebih kuat.
Semangat “Meningkatkan Soliditas & Kekompakan, Membangun Harapan, Meraih Masa Depan” menjadi ajakan kepada seluruh insan BPRS HIK MCI untuk bergerak bersama, saling menguatkan dan memberikan kontribusi terbaik.
Sebab, keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh strategi bisnis dan sistem yang baik, tetapi juga oleh manusia yang memiliki kompetensi, karakter, disiplin, integritas dan komitmen untuk bergerak dalam satu tujuan.
Pada akhirnya, BPRS HIK MCI meyakini bahwa masa depan yang lebih baik dibangun melalui soliditas hari ini—dengan bekerja sebagai satu tim, berpegang pada nilai-nilai syariah, menjaga profesionalisme dan integritas, serta terus menumbuhkan optimisme untuk menghadapi setiap tantangan. (Rilis).