Lewati ke konten utama
Informasi Umum 4 Menit Baca

Buka Latsar CPNS di Manggarai Barat, Tri Widodo Dorong ASN Muda Jadi Penggerak Perubahan

R

Redaksi

9 August 2026

Buka Latsar CPNS di Manggarai Barat, Tri Widodo Dorong ASN Muda Jadi Penggerak Perubahan

MANGGARAI BARAT – Deputi Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Tri Widodo W. Utomo, mendapat kehormatan membuka Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Pembukaan Latsar CPNS tersebut menjadi momentum bagi Tri Widodo untuk mengingatkan para calon aparatur sipil negara mengenai pentingnya membangun komitmen pengabdian sejak awal perjalanan sebagai ASN.

Melalui unggahan di media sosialnya, Minggu (09/08/2026), Tri Widodo menyampaikan bahwa Manggarai Barat memiliki potensi luar biasa. Wilayah ini merupakan rumah bagi Labuan Bajo yang menjadi pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo.

Menurutnya, Manggarai Barat dianugerahi bentang alam yang luar biasa, keanekaragaman hayati yang unik, gugusan pulau yang spektakuler, serta ekosistem laut yang menakjubkan. Taman Nasional Komodo juga telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1991.

Namun, Tri Widodo menekankan bahwa kekayaan terbesar sebuah daerah bukan hanya terletak pada keindahan alamnya.

“Aset terbesar sebuah daerah tidak selalu terletak pada apa yang kita lihat dari bentang alamnya. Aset terbesar itu adalah manusianya.”

Dalam kesempatan tersebut, Tri Widodo melihat para peserta Latsar CPNS sebagai generasi muda yang baru memulai perjalanan pengabdian sebagai bagian dari aparatur sipil negara Indonesia.

Latsar CPNS Bukan Sekadar Pelatihan

Tri Widodo mengingatkan bahwa Latsar CPNS tidak boleh dipandang hanya sebagai program pelatihan untuk memenuhi tahapan menjadi ASN.

Menurut dia, Latsar merupakan awal dari sebuah komitmen untuk mengabdi, belajar, beradaptasi, memimpin, dan menciptakan perubahan.

“Latsar bukan sekadar program pelatihan. Latsar adalah awal dari sebuah komitmen. Komitmen untuk mengabdi, untuk belajar, untuk beradaptasi, untuk memimpin, dan pada akhirnya untuk membawa perubahan,” ujarnya dalam pesannya kepada para peserta.

Foto: Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng saat membuka acara Latsar CPNS Manggarai Barat.
Foto: Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng saat membuka acara Latsar CPNS Manggarai Barat.

Ia menilai Indonesia saat ini membutuhkan lebih dari sekadar birokrat yang memiliki kompetensi teknis. Aparatur muda juga dituntut memiliki keberanian, integritas, kreativitas, ketangguhan, serta tujuan yang kuat dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Para peserta Latsar, lanjutnya, akan memasuki lingkungan organisasi pemerintahan yang terus mengalami perubahan. Mereka juga akan menghadapi berbagai persoalan yang tidak selalu memiliki jawaban mudah serta masyarakat dengan ekspektasi yang semakin tinggi.

Karena itu, Tri Widodo meminta para calon ASN tidak takut menghadapi tantangan tersebut.

“Jangan takut menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Bersiaplah menjadi generasi yang mampu menjawabnya,” pesannya.

Dari Tanggung Jawab Kecil hingga Perubahan Besar

Tri Widodo juga mengingatkan bahwa perjalanan karier seorang ASN tidak selalu dimulai dari posisi atau tanggung jawab yang besar.

Karier dapat dimulai dari sebuah meja kerja sederhana, penugasan pertama, maupun tanggung jawab yang terlihat kecil. Namun, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk meremehkan kontribusi yang dapat diberikan.

Ia menekankan bahwa perubahan besar dapat berawal dari tindakan sederhana.

“Sebuah keputusan kecil dapat mengubah hidup seseorang. Sebuah gagasan baru dapat mengubah sebuah organisasi. Seorang aparatur yang berdedikasi dapat memulihkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ungkapnya.

Menurut Tri Widodo, para ASN muda memiliki peluang untuk menjadi bagian dari perubahan di daerah maupun dalam pembangunan Indonesia secara lebih luas.

Bahkan, ia membayangkan suatu saat nanti ketika masyarakat melihat kembali transformasi Manggarai Barat dan Indonesia, sebagian dari orang-orang yang berkontribusi dalam mewujudkan perubahan tersebut adalah para peserta Latsar yang saat ini sedang memulai perjalanan pengabdiannya.

Tri Widodo Tantang ASN Muda Jadi Penggerak Perubahan

Lebih jauh, Tri Widodo mengajak peserta Latsar untuk tidak berhenti pada orientasi menjadi ASN semata.

Ia menantang para calon aparatur tersebut untuk menjadi problem solver, inovator, sekaligus penggerak perubahan di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.

“Jadilah pemecah masalah. Jadilah inovator. Jadilah penggerak perubahan. Dan yang terpenting, jadilah pemimpin yang mengabdi,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa status sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menjalankan pekerjaan administratif. ASN dituntut mampu memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di akhir pesannya, Tri Widodo menegaskan bahwa perjalanan para peserta sebagai aparatur negara baru saja dimulai.

“Selamat datang di dunia pengabdian kepada masyarakat. Kini, generasi kalianlah yang memegang tongkat estafet. Larilah dengan tujuan. Larilah dengan keberanian. Dan tinggalkan warisan yang layak untuk dikenang,” pungkasnya.

R

Redaksi