Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 2 Menit Baca

Strategi Ekspansi Bisnis, Wali Kota Solo Ingatkan BPR Realistis Pahami Pasar

H

Henigun

13 August 2026

Strategi Ekspansi Bisnis, Wali Kota Solo Ingatkan BPR Realistis Pahami Pasar
Focus Group Discussion (FGD) terkait strategi penguatan permodalan dan implementasi Kelompok Usaha Bersama (KUB) BPR di Kantor OJK Solo.(Fot:o Istimewa)

SEPUTARBANK SOLO - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor keuangan di Kota Solo, khususnya BPR milik pemerintah daerah, didorong untuk memperkuat tata kelola serta adaptif terhadap dinamika pasar.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengingatkan agar BPR bersikap realistis serta mengukur kemampuan diri sebelum menetapkan strategi ekspansi bisnis.

Respati menyampaikan hal ini dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait strategi penguatan permodalan dan implementasi Kelompok Usaha Bersama (KUB) BPR di Kantor OJK Solo, belum lama ini.

Menurut Respati, lembaga keuangan sebagai tolok ukur perekonomian daerah, diminta cermat memahami posisi pasar.

Respati menggambarkan BPR seperti kendaraan harian yang tidak perlu memaksa bertanding di lintasan balap. Dirinya pun mengilustrasikan layaknya motor matic, agar tidak mengikuti MotorGP, yang artinya BPR harus sadar posisi dan bertindak sesuai porsinya.

"BPR itu seperti motor matik, jangan ikut MotoGP," kata Respati.

Kemudian BPR juga perlu mempertimbangkan pengembangan yang terukur, artinya, bersikap mawas diri, yang bukan untuk membatasi ruang gerak, melainkan dasar dalam menyusun langkah efisien dan terarah.

“Ini harus tepat. Sadar diri, sadar posisi, seperti mengukur baju. Kita harus mengevaluasi bersama dan mengerti sebuah kapasitas,” pesannya

Di tengah hadirnya generation gap dan pergeseran pola konsumsi, BPR didorong untuk keluar dari zona nyaman dan mengeksplorasi potensi pasar baru. Perubahan demografi serta kebutuhan konsumen yang terus berkembang harus dimanfaatkan sebagai momentum ekspansi.

Kendati demikian, Respati menggarisbawahi bahwa keberanian melakukan penetrasi pasar baru wajib dibentengi oleh prinsip kehati-hatian (prudent) dan manajemen risiko yang matang.

Untuk merespons perubahan perilaku nasabah secara tepat, pimpinan BUMD perbankan diminta memberi ruang bagi gagasan dari jajaran staf generasi muda. Perspektif anak muda dinilai mampu menjadi jembatan bagi BPR dalam merancang inovasi produk, strategi komunikasi, hingga pendekatan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan pasar masa kini.

Kolaborasi antara penguatan tata kelola, pemahaman kapasitas, dan inovasi berbasis generasi muda diharapkan mampu menjadikan BPR BUMD lebih tangguh, adaptif, serta kompetitif.

H

Henigun