Lewati ke konten utama
Bank 3 Menit Baca

SeaBank Cetak Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh 53,1 Persen

R

Redaksi

18 August 2026

SeaBank Cetak Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh 53,1 Persen

SEPUTARBANK, JAKARTA – PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Bank digital tersebut membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp749,26 miliar, ditopang pertumbuhan aset dan ekspansi penyaluran kredit.

Total aset SeaBank hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp52,97 triliun. Kinerja tersebut menunjukkan penguatan fundamental perusahaan di tengah semakin berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan digital.

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan pencapaian pada paruh pertama 2026 menjadi indikator bahwa strategi perusahaan dalam mengembangkan layanan perbankan digital berjalan sesuai arah yang ditetapkan.

“Hasil positif sepanjang Semester I 2026 ini membuktikan bahwa strategi berkesinambungan kami dalam menghadirkan layanan perbankan yang mudah, cepat, dan aman berada di jalur yang tepat,” kata Sasmaya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Kredit SeaBank Tumbuh 53,1 Persen

Dari sisi intermediasi, SeaBank mencatatkan pertumbuhan kredit yang cukup signifikan. Penyaluran kredit meningkat 53,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp39,81 triliun.

Pertumbuhan tersebut berasal dari kombinasi strategi direct lending, pemanfaatan ekosistem digital, serta pengembangan kemitraan strategis.

Meski ekspansi kredit berlangsung agresif, SeaBank tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 1,65 persen, yang masih berada jauh di bawah batas maksimum 5 persen sesuai ketentuan regulator.

Pertumbuhan kredit juga diikuti dengan peningkatan penghimpunan dana. Dana Pihak Ketiga (DPK) SeaBank tercatat mencapai Rp41,80 triliun, tumbuh 47,6 persen yoy.

Komposisi dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) masih mendominasi dengan nilai Rp29,10 triliun, atau sekitar 69,6 persen dari total DPK.

Tingginya porsi CASA tersebut turut mencerminkan pemanfaatan aplikasi SeaBank untuk berbagai aktivitas finansial sehari-hari, mulai dari transfer, pembayaran QRIS, hingga pembayaran tagihan.

Efisiensi dan Pengguna Terus Meningkat

Kinerja penghimpunan dana turut mendukung efisiensi operasional SeaBank. Bank mencatatkan Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 21,1 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,9 persen.

Dari sisi jumlah pengguna, basis nasabah SeaBank terus bertambah. Hingga akhir semester I 2026, jumlah nasabah telah mencapai 35 juta pengguna.

Aktivitas transaksi nasabah juga menunjukkan intensitas yang tinggi. Rata-rata transaksi harian SeaBank mencapai lebih dari 16,8 juta transaksi, sementara volume perputaran dana harian mencapai sekitar Rp7,1 triliun sepanjang Juni 2026.

Sasmaya mengatakan SeaBank akan melanjutkan pengembangan layanan digital dengan fokus pada inovasi produk, keamanan, serta perluasan akses keuangan.

“Fokus kami ke depan adalah terus berinovasi pada fitur-fitur transaksi, memperkuat infrastruktur keamanan siber, dan mendorong inklusi keuangan untuk memastikan akses keuangan digital bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Masuk World's Best Banks 2026 Versi Forbes

Kinerja SeaBank pada semester I 2026 juga dilengkapi dengan pengakuan di tingkat internasional. SeaBank masuk dalam daftar World's Best Banks 2026 yang diterbitkan majalah Forbes.

SeaBank terpilih bersama 17 bank asal Indonesia lainnya dalam daftar 410 bank terbaik dunia. Pemeringkatan tersebut merupakan hasil survei independen Forbes bersama lembaga riset pasar Statista.

Survei dilakukan terhadap lebih dari 54.000 nasabah di 34 negara pada Oktober-November 2025. Penilaian mencakup lima aspek utama, dengan tingkat kepercayaan nasabah atau trustworthiness menjadi faktor dengan bobot terbesar.

Selain kepercayaan, evaluasi juga mempertimbangkan kemudahan layanan digital, kualitas layanan pelanggan, transparansi biaya dan ketentuan, serta kualitas konsultasi keuangan.

Capaian tersebut memperkuat posisi SeaBank sebagai salah satu pemain perbankan digital yang terus mengembangkan layanan berbasis teknologi sekaligus memperluas akses keuangan bagi masyarakat Indonesia.

R

Redaksi