Lewati ke konten utama
Bank 2 Menit Baca

Persaingan Dana Simpanan Ketat, OJK: Bank Perlu Optimalkan Strategi Pendanaan

H

Henigun

5 August 2026

Persaingan Dana Simpanan Ketat, OJK: Bank Perlu Optimalkan Strategi Pendanaan
Ilustrasi nasabah di bank.(Foto: Istimewa)

SEPUTARBANK JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, persaingan simpanan dana masyarakat masih berlangsung ketat, terutama karena para pemilik modal jumbo (whale account) memiliki bargaining power yang relatif tinggi saat bernegosiasi dengan pihak perbankan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di industri perbankan nasional kini menghadapi tantangan tersendiri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam jawaban resminya menyampaikan, pihaknya menyarankan agar lembaga perbankan tidak bergantung pada dana berbiaya mahal. Strategi yang lebih ideal, menurut Dia, adalah memperkuat struktur dana murah (Current Account Saving Account / CASA).

"Meskipun demikian, bank perlu mengoptimalkan strategi pendanaan mereka, terutama dengan meningkatkan porsi dana murah atau low-cost funding," terang Dian.

Langkah efisiensi struktur dana ini dinilai krusial. Sebab, beban biaya dana (cost of fund) berbanding lurus dengan kemampuan bank dalam menentukan besaran bunga pinjaman kepada nasabah. Jika biaya dana berhasil ditekan, bank akan lebih leluasa mematok suku bunga kredit yang terjangkau tanpa merusak margin profitabilitas serta daya saing di pasar.

Guna menjamin terciptanya ekosistem keuangan yang adil dan terbuka, OJK telah mengundangkan POJK Nomor 13 Tahun 2024. Aturan ini memperketat tata cara perhitungan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sekaligus mewajibkan seluruh perbankan untuk membeberkan detail komponen pembentuknya—termasuk persentase cost of fund kredit—kepada publik secara transparan.

Sejalan dengan regulasi tersebut, OJK menekankan tiga poin penting kepada jajaran manajemen bank:

Penyesuaian Bunga secara Terukur: Penyesuaian tingkat suku bunga hendaknya dilakukan secara dinamis dan bertahap seiring dengan tren pasar, dengan tetap memprioritaskan indikator kesehatan finansial internal.

Iklim Kompetisi yang Sehat: Menghindari perang suku bunga yang tidak sehat yang berpotensi mengganggu stabilitas industri perbankan nasional.

Transparansi Informasi Produk: Menyediakan perincian syarat, ketentuan, serta risiko produk simpanan secara akurat sebagai manifestasi perlindungan nasabah dan edukasi publik.

H

Henigun