SEPUTARBANK BOGOR - Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Seluruh Indonesia (DPD Perbarindo) DKI Jakarta dan sekitarnya kembali menunjukkan eksistensi serta komitmen sosialnya melalui ajang Turnamen Charity Golf Eksekutif Seri II. Bertempat di Lapangan Golf Permata Sentul, Bogor, Jawa Barat, kegiatan rutin tahunan yang digelar di bulan Agustus ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antar-pelaku industri, tetapi juga sarana solidaritas bagi sesama.
Ketua DPD Perbarindo DKI Jakarta dan sekitarnya, Henry Palthy Tambunan menjelaskan bahwa turnamen ini mengusung tiga momentum penting sekaligus. Selain untuk memperkuat branding dan mengenalkan peran BPR secara lebih luas kepada publik, acara ini juga diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan HUT Ke-81 Republik Indonesia.
Di samping itu, Henry mengatakan, dimensi kepedulian sosial menjadi jiwa utama penyelenggaraan seri kedua kali ini. Pihak penyelenggara berkomitmen menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Tahun ini merupakan seri kedua yang kami gelar di bulan Agustus. Selain meningkatkan daya tarik dan branding BPR di masyarakat serta memperingati HUT RI, kami juga ingin berbagi dengan saudara-saudara kita di NTT yang dilanda musibah gempa. Minimal dana sebesar Rp25 juta akan kami sumbangkan untuk membantu penanganan bencana di sana," ujar Henry.
Antusiasme terhadap ajang ini tergolong sangat tinggi. Tercatat lebih dari 100 peserta—hampir menembus angka 144 pegolf—turut berpartisipasi memadati area pertandingan. Turnamen ini tidak terbatas bagi kalangan internal BPR saja, melainkan terbuka luas bagi perbankan umum, jajaran direksi dari berbagai wilayah, hingga praktisi industri teknologi.
Sejumlah institusi keuangan papan atas turut mengirimkan perwakilannya dalam turnamen ini, di antaranya SMBC, Bank BJB, hingga Bank Jateng. Peserta dari jajaran direksi luar daerah, seperti Bali, juga tampak hadir memeriahkan suasana persaingan sehat di lapangan.
Keterlibatan berbagai lintas sektor ini menjadi bukti konkret sinergi kuat yang terus dibangun oleh perbankan lokal dengan pemangku kepentingan nasional.
Melalui perhelatan ini, Perbarindo DKI Jakarta dan sekitarnya menegaskan pesan mendalam terkait soliditas dan daya tahan industri BPR nasional. Sektor ini sebelumnya sempat menghadapi tekanan berat akibat dampak pandemi COVID-19 yang memicu lonjakan indikator risiko, mulai dari kenaikan Non-Performing Loan (NPL), pembengkakan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), hingga penyempitan Net Interest Margin (NIM).
Kendati demikian, industri BPR terbukti mampu bertahan dan bangkit. Banyak BPR yang tak hanya sekadar tetap beroperasi, tetapi juga berhasil mengukir prestasi serta meraih berbagai penghargaan atas kinerja keuangan yang sehat dan resilien.
"Acara ini adalah momentum untuk menunjukkan eksistensi kami. BPR tetap solid, tangguh, dan akan selalu hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," pungkas Henry.