Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 3 Menit Baca

BPR Tata Asia Gandeng Dakara Kreasi Bangun SDM Perbankan Berkualitas

R

Redaksi

8 August 2026

BPR Tata Asia Gandeng Dakara Kreasi Bangun SDM Perbankan Berkualitas

SEPUTARBANK, BANDUNG — Dakara Kreasi mengawal peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) BPR Tata Asia sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.

Lembaga jasa keuangan PT BPR Tata Asia memberikan kepercayaan kepada Dakara Kreasi untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM melalui program pelatihan yang berlangsung 7-8 Agustus 2026, di Kantor Pusat BPR Tata Asia, Bandung.

Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri perbankan, khususnya dalam memperkuat pemahaman SDM terhadap tata kelola perusahaan dan manajemen risiko.

Kegiatan ini dihadiri Founder Dakara Kreasi, Djoko Nugroho, serta menghadirkan trainer yang memiliki pengalaman di industri perbankan, yakni Adang A. Kunandar, mantan Direktur Utama BJB Syariah, dan Muhammad Adi Perdana, praktisi perbankan syariah.

Kepada Seputarbank, Sabtu (8/8/2026), Founder Dakara Kreasi Djoko Nugroho mengatakan, BPR Tata Asia menyambut baik program peningkatan yang ditawarkan Dakara Kreasi karena dinilai sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Menurut Djoko, peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu faktor penting bagi lembaga perbankan untuk menghadapi dinamika bisnis sekaligus memastikan penerapan tata kelola perusahaan berjalan secara optimal.

“BPR Tata Asia menyambut baik program yang dimiliki Dakara Kreasi karena memenuhi kriteria yang dibutuhkan saat ini untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM-nya,” kata Djoko.

Foto : Muhammad Adi Perdana Trainer Dakara Kreasi sedang memberikan materi kepada para Pengurus dan Pejabat Eksekutif PT BPR Tata Asia, Bandung, 7-8 Agustus 2026.
Foto : Muhammad Adi Perdana Trainer Dakara Kreasi sedang memberikan materi kepada para Pengurus dan Pejabat Eksekutif PT BPR Tata Asia, Bandung, 7-8 Agustus 2026.

Ia menegaskan, kolaborasi tersebut dibangun berdasarkan kepercayaan BPR Tata Asia terhadap Dakara Kreasi sebagai mitra pengembangan SDM yang menawarkan program berbasis kebutuhan industri.

“Kami menjalankan kolaborasi ini atas kepercayaan dari BPR Tata Asia. Kehadiran kami sebagai solusi karena kami hadir dengan program-program yang bersifat kebutuhan industri,” ujar Djoko.

Manajemen Risiko Jadi Kunci Tata Kelola BPR

Djoko mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi industri perbankan adalah bagaimana menyelaraskan penerapan tata kelola dan manajemen risiko dengan kebutuhan pertumbuhan bisnis.

Menurut dia, manajemen risiko tidak boleh diposisikan sebagai penghambat ekspansi bisnis. Sebaliknya, pengelolaan risiko harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengambilan keputusan dan pertumbuhan perusahaan.

“Pengelolaan industri perbankan yang mayoritas persoalan yang dihadapi mengenai tata kelola atas manajemen risiko yang sering ditabrakkan dengan proses pertumbuhan bisnis menjadi persoalan yang harus bisa diselaraskan agar menghasilkan perusahaan yang tumbuh baik dan sehat,” jelasnya.

Djoko menilai, BPR yang mampu tumbuh secara sehat harus memiliki sistem manajemen risiko yang berjalan secara nyata, bukan hanya mengandalkan prinsip kehati-hatian secara normatif.

“Saat ini BPR yang sehat pasti menjalankan bisnis bukan sekadar hati-hati atau waspada, namun manajemen risikonya berjalan. Banyak perusahaan yang gagal karena manajemen risiko selalu ditabrak dengan potensi dan peluang bisnis,” katanya.

Foto : Istimewa.
Foto : Istimewa.

Karena itu, penguatan SDM BPR menjadi bagian strategis dalam memastikan tata kelola perusahaan berjalan secara konsisten. SDM yang memiliki kompetensi memadai diharapkan mampu memahami risiko, mengidentifikasi potensi persoalan, sekaligus menerjemahkan peluang bisnis secara lebih terukur.

Melalui kolaborasi dengan BPR Tata Asia, Dakara Kreasi berharap program pengembangan SDM tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan profesionalisme serta kualitas tata kelola perusahaan.

Penguatan kompetensi SDM juga diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko, sehingga BPR Tata Asia dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

R

Redaksi