Belanda AkuI Indonesia Sebagai Contoh Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

Belanda AkuI Indonesia Sebagai Contoh Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

SEPUTARBANK, JAKARTA – Ambassador to the Holy See and Special Envoy for Freedom of Religion and Belief of the Kingdom of the Netherlands Paul Bekkers menilai Indonesia menjadi salah satu contoh dalam menerapkan kebebasan beragama dan berkeyakinan di tengah masyarakat yang beragam.

Pernyataan itu disampaikan Bekkers saat mengunjungi Istiqlal Mosque, Selasa (07/07/2026), dalam agenda peresmian NL Corner yang menjadi bagian dari penguatan kerja sama Indonesia dan Belanda, khususnya di bidang kebebasan beragama dan berkeyakinan.

“Bagi kami, Indonesia merupakan teladan dalam menerjemahkan kebebasan beragama dan berkeyakinan tersebut ke dalam praktik. Masjid ini juga sangat terbuka dan menyambut semua orang. Hal itu mencerminkan sikap Indonesia,” kata Bekkers.

Bekkers menilai dialog antaragama seharusnya tidak hanya menjadi ruang komunikasi antartokoh agama, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata dan menyebarkan pesan perdamaian kepada masyarakat luas.

Ia mengatakan Indonesia memiliki posisi yang kuat untuk mengambil peran kepemimpinan dalam mempromosikan nilai toleransi, termasuk di lingkungan Organisation of Islamic Cooperation.

“Dalam hal ini, saya percaya Indonesia dapat mengambil peran kepemimpinan, termasuk misalnya di dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), karena Indonesia memiliki peran yang patut menjadi teladan,” ujarnya.

Bekkers juga mengapresiasi keberadaan Jakarta Cathedral yang terhubung dengan Masjid Istiqlal melalui Terowongan Silaturahim. Menurutnya, hal itu menjadi simbol keterbukaan dan sikap inklusif Indonesia dalam menjaga keberagaman.

Ia menambahkan nilai tersebut menjadi salah satu alasan Belanda menghadirkan NL Corner di Masjid Istiqlal sebagai simbol eratnya hubungan kedua negara sekaligus komitmen bersama dalam menjunjung kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Usai mengunjungi Masjid Istiqlal, Bekkers melanjutkan perjalanan melalui Terowongan Silaturahim menuju Gereja Katedral Jakarta. Di sana, ia mendapat penjelasan mengenai berbagai upaya menjaga kerukunan antarumat beragama, termasuk penggunaan area gereja sebagai lokasi parkir bagi umat Muslim saat perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

Ia menjelaskan kunjungannya ke Indonesia yang berlangsung pada 4 hingga 11 Juli bertujuan mempelajari lebih jauh praktik kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia. Menurutnya, isu tersebut menjadi salah satu pilar penting dalam rencana aksi kerja sama Indonesia dan Belanda untuk periode 2026 hingga 2029.

Sumber: Pewarta Kuntum Khaira Riswan, Sumber ANTARA.